Guardiola: Saya Tidak Berusaha Mengubah Munich jadi Barca

Guardiola Tidak Berusaha Mengubah Munich jadi Barca

Guardiola: Saya Tidak Berusaha Mengubah Munich jadi Barca

Guardiola: Saya Tidak Berusaha Mengubah Munich jadi Barca – Mantan pelatih klub Catalan itu telah membantah bahwa dirinya sedang berusaha untuk memaksa para pemainnya yang ada di Allianz Arena untuk dapat beradaptasi dengan filosofi sepakbola, dimana sang pelatih bersikeras bahwa dia tidak menikah dengan suatu sistem atau gaya tertentu.

Pep Guardiola telah menolak anggapan yang mengatakan bahwa dirinya sedang berusaha untuk mengubah Bayern Munich menjadi skuad Barcelona versi Jerman yang berhasil menaklukan semuanya.

Pelatih Bayern Munich itu berhasil memenangkan tiga gelar juara La Liga Spanyol, dua kali juara Liga Champions, dua kali juara Piala Dunia Antar Klub dan juga berhasil meraih dua kali trofi Copa del Rey selama masa kepelatihannya selama empat tahun di Camp Nou antara tahun 2008 hingga tahun 2012 kemarin, menggunakan satu merek sepak bola possessional yang mana berhasil merevolusi permainan.

Namun, meskipun Guardiola berhasil memenangkan dua gelar ganda domestik di musim pertamanya di Allianz Arena, pelatih yang berasal dari Spanyol itu mendapatkan banyak kritikan setelah klub raksasa asal Jerman itu harus rela tereliminasi di babak semi final Liga Champions di tangan Real Madrid dimana kritikan tersebut menuduh Guardiola sedang berusaha untuk menerapkan tiki-taka di dalam Allianz Arena – sebuah tuduhan yang dengan tegas langsung dibantah oleh dirinya.

“Saya harus beradaptasi dengan para pemain saya, saya tidak bisa bermain seperti yang saya inginkan. Tentu saja, saya memiliki sebuah ide, akan tetapi saya harus tahu ketika kita berbicara tentang taktik pertama-tama maka kita harus berbicara tentang keterampilan yang dimiliki oleh para pemain kami. “

Pelatih yang baru berumur 43 tahun itu menjelaskan bahwa taktik yang digunakan dalam permainan itu amat sangat tergantung dengan keterampilan dari para pemain yang dimiliki oleh klub tersebut sehingga penting untuk menganalisis bakat para pemain dan kemudian membuat sebuah kesepakatan bersama dalam upaya menemukan yang terbaik bagi tim dan juga bagi para pemain.

“Kita tidak bisa bicara tentang taktik tanpa adanya keterampilan dari pemain saya, itu merupakan hal yang paling penting: untuk menganalisis bakat mereka, mentalitas mereka dan setelah itu membuat satu kesepakatan bersama sehingga cara tersebut merupakan cara yang terbaik untuk tim dan juga untuk para pemain ini.”

“Saya harus membujuk mereka bagaimana cara yang terbaik untuk memainkan sepak bola kami, akan tetapi saya sendiri harus beradaptasi karena saya tidak berada di sini untuk mengubah mentalitas mereka. “

Pelatih yang berasal dari Spanyol itu kemudian menegaskan bahwa dirinya tidak berada di Allianz Arena untuk mengubah budaya dan juga mental dari Bayern Munich akan tetapi untuk saling beradaptasi antara satu dengan lainnya.

“Saya berada di sini bukan untuk mengubah budaya dari Bayern Munich atau pun juga mentalitas dari Jerman dan saya harus belajar untuk beradaptasi antara satu sama lain dan dengan cara yang sama untuk terus melihat ke depan.”