Pasar Taruhan Tugas Berat Sepakbola Indonesia

Tugas Berat Sepakbola Indonesia

Tugas Berat Sepakbola Indonesia

Pasar Taruhan – Tiga tim papan atas Primer League Inggris baru saja menyelesaikan kunjungan mereka ke Indonesia. Dimulai dari Arsenal, kemudian Liverpool dan yang terakhir adalah Chelsea. Mereka semua mengaku takjub dan sangat terkesan dengan sambutan penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Lalu muncul pertanyaan, apakah ada pelajaran yang bisa diambil atau hanya sekadar pengalaman bermain satu lapangan dengan para pemain kelas dunia, hal ini mengingat hasilnya yang cukup mengecewakan. Tim Indonesia dikalahkan Arsenal dengan skor 6-0, lalu dikalahkan Liverpool 2-0 dan yang terakhir dihabiskan Chelsea dengan skor 8-1. Walaupun tidak memakai seragam tim nasional namun materi pemain adalah mereka yang selama ini masuk pelatnas PSSI. Bisa dibilang bahwa tim yang berlaga melawan tiga klub Inggris adalah gambaran dari kekuatan timnas Indonesia. Untuk itu, sepertinya mimpi Indonesia untuk bisa tampil di pentas sepak bola dunia masih sangat jauh. Telah menjadi sebuah rahasia umum jika sangat sulit untuk keluar dari tekanan musuh. Akibatnya ketika ketinggalan gol, jangankan untuk mencetak gol penyeimbang, yang terjadi justru gawang Indonesia kebobolan lagi. Mudah terkurasnya faktor fisik juga menjadi persoalan yang selalu menjadi alasan klasik jika mengalami kekalahan.

Bisa tergambar pada saat tim Indonesia kebobolan hingga mencapai 16 gol dan semua karena fisik yang kedodoran serta organisasi pertahanan yang tidak baik. Arah bola sering putus di tengah lapangan, lawan mudah sekali membaca passing. Karena bingung, pemain sering menahan bola terlalu lama sehingga tidak tahu akan dioper kemana bola itu, dan akibatnya suatu skema pola penyerangan yang jelas tidak bisa terlihat. Di lini belakang, para bek sering tidak disiplin sehingga membuat penyerang musuh dengan mudahnya masuk ke jantung pertahanan. Dan penyakit lama yaitu gagal mengantisipasi umpan lambung di depan gawang selalu saja kambuh. Selain itu tidak ada jenderal lapangan tengah yang mampu mengatur pola serangan.

Indonesia juga tidak memiliki seorang breaker yang mempunyai fungsi untuk merusak permainan ketika bola dipegang oleh pemain lawan. Sedangkan lini penyerang Indonesia yang terkenal mempunyai kecepatan malah sering terlihat hanya berlari dan frustasi pada saat tidak mampu menembus tembok pertahanan lawan. Tidak sedikit orang mengatakan bahwa telah sewajarnya jika tim Indonesia kalah pada saat menghadapi tim yang kelasnya jauh berada di atas, namun lebih dari setengah lusin gol yang bersarang di gawang, sepertinya sangat keterlaluan. Apalagi jika berkaca dari Singha XI Thailand All Stars yang bisa mengalahkan klub sehebat Manchester United dengan skor 1-0.

Sesudah dipermalukan di stadion kebanggaan nasional, lalu apa keuntungan dari kunjungan tiga klub besar Inggris tersebut. Pelatih Rahmad Darmawan atau Jacksen F Tiago pasti telah membuat catatan yang diharapkan mampu menjadi koreksi untuk perbaikan penampilan timnas. Sedangkan bagi klub Inggris yang berkunjung, mungkin secara teknis tidak banyak yang bisa mereka dapatkan dari kunjungan ke Indonesia, hanya sebagai pemanasan dan biasanya dipakai untuk menambah jam terbang pemain kedua. Pasar Taruhan