Pasar Taruhan Legenda Calcio – Giuseppe Gianini

Legenda Calcio – Giuseppe Gianini

Legenda Calcio – Giuseppe Gianini

Pasar Taruhan – Menyematkan nama julukan merupakan kebiasaan di calcio – dunia sepakbola Italia, dan kebanyakan fans Serie A akan langsung tahu siapa yang anda maksud saat anda menyebutkan nama-nama panggilan pemain seperti Pinturicchio, Batigol, dan yang paling terkenal, Il Divino Codino.

Giuseppe Giannini juga dibaptis dengan nama alias oleh para fans – Il Principe (Sang Pangeran) – mungkin tidak seterkenal nama yang diberikan untuk Roberto Baggio dan Gabriel Batistuta, namun julukan itu diberikan kepadanya dengan level kecintaan dan kekaguman yang setara. Il Principe merupakan stereotip pemain bola Italia pada jamannya. Dia punya style dan teknik yang menawan di lapangan hijau, dan juga penampilan yang menarik di luar lapangan. Dengan rambut panjangnya yang dibiarkan bebas, dia merupakan tipikal playmaker Latin.

Giannini bergabung dengan Giallorossi pada tahun 1980, berusia 16 tahun, dengan fee 40 juta lira (sekitar 200.000 Poundsterling), jumlah uang yang banyak untuk seorang pemain muda saat itu.  Dia tidak memiliki kecepatan yang luar biasa ataupun merupakan pemain yang powerful, namun apa yang membuatnya begitu spesial adalah visi yang luar biasa dan kemampuan secara insting membaca permainan.

Dia mampu berlari membawa bola di kakinya dan kepalanya tetap tegak, mengawasi kesempatan yang mungkin akan terlintas. Dia seperti meluncur di lapangan dengan ringannya, lebih mirip seorang pemain ice skating daripada seorang pemain bola. Semua gerakannya menunjukkan kehebatannya, tidak pernah gugup dan tetap tenang, seperti apapun situasi yang dihadapinya. Seperti bermain di dunianya sendiri. Pikirkan saja seorang Andrea Pirlo digabungkan dengan David Beckham, begitulah kira-kira sosok Il Principe di masanya.

Giannini melakukan debut Serie A-nya pada 31 Januari 1982 melawan Cesena. Roma memang kalah 0-1, namun simbol baru klub akhirnya bermain di atas panggung, berdampingan dengan nama-nama besar seperti pemain Brazil Falcao dan juara Piala Dunia 1982 Bruno Conti. Il Principe menjadi pembawa panji Roma selama 14 tahun berikutnya. Namun selama waktu itu kejayaannya hanya ditandai dengan tiga kali merengkuh piala Coppa Italia dan medali runner up UEFA Cup, raihan yang tidak sebanding dengan bakatnya yang begitu besar. Karir dirinya tidak terlalu gemilang bersama Roma, Roma dimasa kini juga masih belum dapat menunjukan kapasitasnya sebagai klub yang ditakuti di liga Italia. Penampilan Roma tidak pernah stabil di setiap pertandingannya. Pasar Taruhan