Pasar Taruhan Bolt Berjaya di 100m

Bolt Berjaya di 100m

Bolt Berjaya di 100m

Pasar Taruhan – Juara Olimpiade Usain Bolt akhirnya berhasil mengambil kembali titel juara dunia 100m yang sempat hilang dari nya dua tahun lalu dan sudah memenangkan empat medali emas pada Kejuaraan Dunia, dengan mencatatkan waktu terbaik tahun ini dengan 9.77 detik di Moscow, Rusia.

Dalam cuaca hujan deras, sprinter berusia 26 tersebut asal Jamaika tersebut telah membuat target untuk memenangkan titelnya kembali setelah dua tahun lalu setelah melakukan start yang salah berujung diskualifikasi. Peraih medali emas Olimpiade sebanyak enam kali tersebut mengalahkan Justin Gatlin di final, memastikan pelari asal Amerika Serikat tersebut mendapatkan medali perak dengan catatan waktu 9.85 detik. Kompatriot Bolt asal Jamaika, Besta Carter mencatatkan waktu 9.95 detik untuk mengkalim perunggu, sementara pelari asal Britania Raya berada di posisi kedelapan dengan waktu 10.21 detik.

Pertandingan tersebut menjadi kemenangan yang meyakinkan dalam perjalanan salah satu bintang olahraga terbesar saat ini, menampilkan superioritasnya pada olahraga ini dengan menyamai catatn waktu tercepat yang telah ia patahkan sebanyak delapan kali dalam karirnya dalam cuaca yang sulit sekalipun. Meskipun Bolt tampil dominan dalam Kejuaraan Dunia tersebut, Bolt kali ini lebih santai dan bahkan tidak berlari dengan kecepatan sesungguhnya seperti yang diamati oleh banyak pihak. “Saya senang akan tetapi saya ingin melakukan lebih” Bolt berkata kepada BBC Sport. “Kaki saya sempat mengalami nyeri setelah semifinal. Saya tidak tahu mengapa, akan tetapi rekor dunia bukanlah target saya, jadi saya berlaga hanya untuk menang. “Balik ke Jamaika, mereka tidak pernah mengharapkan saya untuk merenggang. Mereka selalu menginginkan saya untuk mendominasi.”

Gatlin, yang mengalahkan Bolt di Roma, Juni lalu berkomentar: “Saya sudah sangat dekat, saya sangat senang dengan lomba yang saya lakukan. Pada 30m terakhir saya sudah cukup jauh tertinggal. Di Roma mungkin saya bisa mendahuluinya, namun sayangnya malam ini bukan malam saya. “Dia (Bolt) telah bekerja sangat keras dengan startnya, di Roma ia menerima reaksi yang hebat dari banyak orang. Saya harus memastikan sudah mendahuluinya di 50m.” Dasaolu, yang mencatatkan waktu 9.97 detik di semifinal sebelumnya, mengatakan: “Saya berhasil melaju dengan kencang pada 50 dan 60m, tetapi setelahnya para pelari di depan saya terlihat menjauhdi depan. “Saya pikir hasil yang saya catat di semifinal cukup menguras saya, saya berhasil melalui tiga ronde sebelumnya dan saya senang bahwa saya bebas dari cedera jadi saya dapat terus mengikuti perlombaan di musim tersisa.”

Peraaan bahwa Bolt akan mendominasi pada balapan kali ini sudah terlihat, ketika ia menunjukan pose andalannya ketika hujan menimpa lintasan dengan memegang sebuah payung. Ketika letusan pistol berbunyi, waktu reaksi yang ia perlukan untuk segera berlari adalah 0.163 detik sama dengan rivalnya Gatlin, dan keduanya sempat beradu ketat sampai akhirnya Bolt melangkah jauh. Mungkin salah satu kekecewaan pada final tersebut adalah absennya banyak pelari juara yang tidak dapat mengikuti ajang ini, dikarenakan maslah cedera dan beberapa adalah adanya indikasi penggunaan zat terlarang. Tetapi cuaca yang buruk maupun skandal doping tidak dapat menahan selebrasi Bolt di akhir balapan, dengan lampu sorot yang terus mengarah kepadanya, pentas tersebut mencatatkan kejayaan Bolt pada cabang atletik seperti yang sudah ia tontonkan beberapa tahun terakhir. Pasar Taruhan