Pasar Bola Indo Johan Cruyff Dirigen Total Football

Johan Cruyff Dirigen Total Football

Johan Cruyff Dirigen Total Football

Pasar Bola Indo – “Johan kenapa kau tidak memperhatikan?!” Seorang guru memarahi muridnya yang bernama Johan karena tidak memperhatikannya mengajar. Johan terus menerus melihat keluar jendela kelas memperhatikan senior-seniornya bermain bola. Bola-bola yang bergelinding dari kaki ke kaki itu begitu menarik minatnya. Anak itu bergumam sombong dalam hatinya, Johan berkata, “Aku bisa mengalahkan mereka semua seorang diri walau aku lebih kecil dari mereka.”

Usai bubaran sekolah, Johan dan kawan-kawannya gantian bermain bola. Tak dinyana senior-senior mereka mengejek dan menantang Johan cs bertanding. Semua yang di lapangan memprediksi bahwa junior akan kalah melawan senior. Kejadian selanjutnya membuat semuanya seolah tak percaya. Mereka baru saja menyaksikan lahirnya bintang baru bernama Johan Cruyff. Johan Cruyff lulus dengan mudah di akademi sepak bola milik klub Ajax Amsterdam. Dia kemudian mengawali karir di klub kota kelahirannya tersebut. Salah satu pemain tampan, yang berzodiak Taurus karena dilahirkan pada tanggal 27 April tahun 1947 ini sontak mendapat dukungan para pendukung Ajax. Dianya bermain sangat luwes di bawah arahan Sang Jendral Besar Sepak Bola Belanda, Rinus Michels.

Cruyff diplot Michels sebagai pemain tengah yang bisa merangsek ke depan pertahanan lawan. Tugas Cruyff yang diberikan Michels sebenarnya sederhana saja yakni mengatur tempo serangan, kapan harus bermain cepat atau lambat dan kapan harus bermain menyerang atau bertahan. Perintah mudah yang kemudian hari dikatakan Cruyff sebagai sepak bola sederhana namun bermain sepak bola yang sederhana itulah yang sulit. Kata-kata Cruyff yang kemudian menjadi salah sebuah kutipan sepak bola yang amat terkenal dan sering dikutip oleh para pelaku sepak bola dari mulai para komentator hingga para pelatih sepak bola.

Bersama Ajax dan Michels, Cruyff meraih puncak kejayaan. Dunia seolah takluk di bawah kakinya. Ajax Amsterdam dibawanya melesat tinggi di Eropa dengan menjuarai Piala Champions Eropa sebanyak tiga kali berurutan dari tahun 1971 sampai 1973. Sebuah prestasi yang sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh Real Madrid di awal-awal pergelaran Piala Champions Eropa. Cruyff namun kurang beruntung di level yang lebih tinggi lagi. Dia hanya mampu membawa Ajax sekali juara Piala Interkontinental dari tiga kali kesempatan yakni pada tahun 1972.

Begitu pula nasib seorang Johan Cruyff di level tim nasional. Dia tidak kuat membawa Belanda menjadi juara Piala Dunia setelah bertekuk lutut atas Jerman Barat di Piala Dunia 1974. Dia memilih absen di Piala Dunia 1978 karena alasan politis, di kemudian hari, dia mengaku bahwa sebenarnya keluarganya sempat diculik ketika dia bermain untuk Barcelona pada tahun tersebut sehingga dia memutuskan mundur dari Piala Dunia karena konsentrasinya terganggu. Cruyff bilang bahwa untuk bermain di Piala Dunia kita harus bermain dengan 200% keyakinan. Cruyff sekarang masih aktif di sepak bola sebagai komentator tamu. Pasar Bola Indo