Nasib Tragis Pemain Asing Di Sepakbola Indonesia

Nasib Tragis Pemain Asing Di Sepakbola Indonesia

Nasib Tragis Pemain Asing Di Sepakbola Indonesia

Ironis sekali nasib dari Salamon Begondou. Setelah semasa hidup gajinya sebgai pemain sepakbola tidak pernah dibayarkan oleh pihak Persipro sampai akhirnya sang pemain meninggal karena atidak memiliki uang untuk mengobati sakitnya, kini jenazah Salomon Begondou masih belum bisa dipulangkan ke negara asalnya karena tidak memiliki cukup uang untuk menerbangkannya ke kampung halaman Begondou di Kamerun. Supaya jenazah Begondou bisa disemayamkan di negaranya, beberapa pemain berinisiatif untuk melakukan pengumpulan dana supaya jenazah sahabat mereka bisa segera dikebumikan di tanah kelahirannya di Kamerun. Francis Yonga, sahabat Salamon mengatakan jika saat ini dirinya dan beberapa temannya yang lain sedang membuat sebuah gerakan yang bertujuan bisa membantu membawa pulang jenazah Salamon ke Kamerun.

Para pemain asing asal Kamerun yang saat ini sedang bermain di sepakbola Indonesia sudah dihubungi oleh Francis Yonga untuk diajak patungan. Semua pemain yang menyumbangkan uang kemudian dicatat dalam sebuah buku. Walaupun sudah melakukan aksi patungan, Francis Yonga menyebut jika jumlah dana yang sudah terkumpul saat ini masih jauh dari jumlah yang diinginkan. Francis Yonga menyebut untuk proses memulangkan jenazah Salamon Begondou ke Kamerun, butuh dana setidaknya sekitar 130 juta rupiah. Untuk urusan administrasi proses pemulangan Salamon Begondou ke Kamerun, Francis Yonga menyebut semuanya  sudah selesai. Hanya tinggal menyisakan beberapa proses yang masih harus diurus dari pihak kedutaan dan untuk menuntaskan semua proses ini diperlukan waktu sampai tujuh hari.

Salamon Begondou sendiri tidak tinggal sendirian di Indonesa. Adiknya juga tinggal di Indonesia yakni Belibi Ferdinand. Belibi sebelumnya juga mengakui jika firinya tidak mempunyai biaya yang mencukupi untuk memulangkan jenazah kakaknya ke kampung halaman. Belibi berharap pihak Persipro Probolinggo mau bertanggung jawab membayar kewajiban mereka melunasi gaji sang kakak. Kasus ini juga tidak luput dari perhatian PSSI. Pihak PSSI sudah menyatakan jika mereka akan ikut membantu proses pemulangan jenazah Salamon dalam bentuk pemberian dana bantuan. Tapi pihak PSSI tidak merilis atau memberi keterangan jumlah nominal dana yang mereka berikan untuk membantu teman-teman Salamon yang berinisiatif memulangkannya ke Kamerun.