Manuel Pellegrini Harus Bersikap Cermat

Manuel Pellegrini

Manuel Pellegrini Harus Bersikap Cermat

Manuel Pellegrini Harus Bersikap Cermat – Manajer Manchester City Manuel Pellegrini telah marah pada asisten wasit asal Swedia saat timnya kalah melawan Barcelona. Tapi dia harus melihat realita, saat dia harus bersiap menghadapi hukuman dari UEFA, Pellegrini harusnya melihat dengan cermat beberapa alasan kenapa ambisi City di liga champions harus dilanjutkan tahun depan. Robbie Savage : “Untuk menghentikan Barcelona maka anda harus melakukannya sebagai unit – jika anda melakukannya secara individual maka mereka bisa dengan mudah melewati anda. Tim anda harus berada dalam kondisi yang sangat bugar dan selalu mengelilingi para pemain mereka. Pemain di tim Barcelona hanya membutuhkan satu kesalahan dari tim lawan untuk lolos, dan mereka bisa menghukum kesalahan tersebut dengan cepat. Tentu saja, bila anda memiliki Xavi, Andres Iniesta, dan Sergio Busquets, yang sangat bagus dalam menguasai bola.

Manuel Pellegrini Harus Bersikap Cermat – fisik anda akan diuji – dan anda dapat melihat diakhir pertandingan para pemain Manchester City berada dalam kondisi yang sangat lelah.” Untuk argumen yang menyatakan bahwa kesalahan City adalah tidak menempatkan dua gelandang bertahan diwaktu yang bersamaan, tapi keputusan memilih Demichelis daripada Joleon Lescott juga patut dipertanyakan. Demichelis memang tampil bagus sebelum dia melakukan pelanggaran terhadap Messi – pelanggaran yang tampaknya akan terjadi mengingat kecepatan Messi dan umpan cantik dari Iniesta. Banyak orang yang akan mengakui bahwa City memang masih melakukan perlawanan, tapi tidak dimata Pellegrini yang sengaja menjadikan Eriksson sebagai biang keladi. Mengejutkan bahwa seorang manajer seperti Pellegrini akan melakukan tindakan tersebut karena semua orang mengenalnya sebagai manajer yang kalem.

Manuel Pellegrini Harus Bersikap Cermat – Amarah Pellegrini pasca pertandingan berlangsung mungkin dapat dimengerti sebagai manifestasi rasa lelah. Frustasi Pellegrini dapat timbul karena dia sudah berusaha meminimalisir kesalahan dalam taktik, tapi dia alpa menyadari satu kesalahan yang akhirnya berdampak krusial. Demichelis adalah anak emas dari Pellegrini dan dia memiliki catatan karir yang cukup bagus, tapi dia selalu memberikan striker lawan kesempatan, dan itulah yang dibutuhkan oleh Messi untuk mengkacaukan semuanya. Pellegrini memang telah tampil hati-hati dalam menyeleksi pemain sebelum pertandingan ini, dia memasang Negredo sebagai striker tunggal dan memenuhi lini tengah City dengan lima pemain karena tak mau kalah dalam pertarungan di lini tengah, seperti yang mereka alami saat kalah melawan Bayern ditempat yang sama. Dan penempatan Aleksandr Kolarov di depan Gael Clichy di sayap kiri adalah pilihan pintar sebagai perlindungan terhadap ancaman Dani Alves – tapi Demichelis adalah titik lemah tim dan dialah yang beresiko membuat harapan City di liga champions pupus.

Manuel Pellegrini Harus Bersikap Cermat – Inilah yang membuat pengejaran City atas pemain Porto Eliaquim Mangala masih berlanjut. City juga harus tampil tanpa striker andalan Sergio Aguero yang masih dalam pemulihan dan kembalinya di diatas lapangan pada leg kedua mungkin bisa memberikan harapan. Tim yang diarsiteki oleh Pellegrini menunjukkan semangat dan laju mereka di Liga Champions masih berada di jalur yang tepat. Untuk sukses di turnamen sekelas liga champions maka mereka harus bersabar saat membuat kemajuan secara perlahan-lahan, yang terpenting adalah saat ini mereka sudah tampil lebih baik daripada tahun lalu. Masih terdapat jurang yang memisahkan kedua tim, kendati tim yang bertanding di Etihad hari Selasa lalu bukanlah tim terbaik Barcelona dalam tiga tahun terakhir, tapi mereka tetaplah Barcelona.

Manuel Pellegrini Harus Bersikap Cermat – Mereka memiliki terlalu banyak pemain berpengalaman dan juga memiliki seorang Messi yang dapat membuat perbedaan besar di pertandingan. Keajaiban di Camp Nou memang masih bisa mereka harapkan tapi semua orang yang berakal sehat tahu bahwa target City untuk menjuarai empat gelar sekaligus harus berkurang satu setelah leg kedua di Camp Nou selesai. Para pemain City dapat kalah dengan kepala tegak karena mereka tidak kalah dengan mudah, dan suporter mereka yang tak kenal lelah memberikan dukungan juga pantas mendapatkan kredit. Satu-satunya catatan hitam dalam pertandingan ini adalah manajer mereka yang terlalu frustasi hingga menyerang asisten wasit secara personal.