Bola Online Sepak Bola Indonesia Membanggakan

Sepak Bola Indonesia Membanggakan

Sepak Bola Indonesia Membanggakan

Bola Online – Sepak bola Indonesia mungkin belum terlalu menunjukan geliat ke ajang Internasional secara mengagumkan. Tapi apresiasi untuk keberhasilan para garuda-garuda muda perlu lebih kencang lagi disuarakan. Dalam sebuah wadah turnamen bernama Homeless World Cup, Indonesia menunjukan sinar dengan performa yang cukup dapat dibanggakan. Mungkin nama Homeless World Cup masih asing dibeberapa telinga warga Indonesia. Turnamen ini adalah semacam Piala Dunia untuk orang-orang dengan status sosial rendah dari seluruh belahan dunia. Beberapa dari mereka adalah mantan pencandu narkotik, penderita HIV AIDS, atau kaum-kaum pinggiran yang hidup dalam kemiskinan.

Mereka yang seringkali mendapat tatapan sebelah mata serta penilaian negatif ini mencoba menunjukan bahwa mereka tak seburuk yang digambarkan oleh masyarakat dengan mencoba meraih prestasi lewah ajang HWC ini. Dan Indonesia, sebagai salah satu negara peserta menunjukan sepak terjang yang membanggakan di ajang etrsebut. 2012 lalu di HWC Meksiko, Indonesia dapat melaju hingga semifinalis. Hingga saat ini, Indonesia yang memperebutkan podium juara ketiga dengan Brasil, adalah pencapaian tertinggi untuk delegasi Merah Putih. Ini bukan hanya prestasi membanggakan untuk tanah air, tapi juga sebagai suatu bukti eksistensi diri dan seakan para pemuda yang melaju ke HWC ini berseru pada dunia : kami bukan sampah masyarakat.

HWC adalah salah satu contoh bagaimana garuda muda mencoba meneriakkan kebanggaan untuk Indoensia lewat prestasi yang diukir di ajang Internasional. Selain itu, ada kisah lain dari turnamen Danone Nations Cup yang kerap kali menghadirkan prestasi untuk muda mudi merah putih. Lalu tak ketinggalan dengan tim merah putih yang seringkali memenangi gelar jawara Milan Junior Camp Day. 2011 lalu tim Indonesia All Star memboyong pulang piala jawara Intesa Sanpaolo Cup. ISC yang adalah ajang tahunan yang dihelat di Milan Junior Camp Day. Dan itu bukanlah satu-satunya prestasi tim garuda di kejuaraan tersebut.

Di babak final ISC, ada nama tiga pemain belia yang rata-rata baru menginjak usia 15 tahun yang ikut merumput bersama tim nasional merah putih lain. Mereka adalah M. Maulid, Sabeg Fahmi Fachrezy, dan Gavin Kwan Adsit. Gavin yang kini bermain untuk tim reserve CFR Cluj di Rumania. Gaya bermain pemain muda ini terlihat telah matang dan kala itu menarik mata dari pengamat sepak bola Internasional. Yang menarik adalah, kebanyakan dari tim-tim sepak bola yang berlaga ke ajang Internasional tersebut berlaga tanpa campur tangan dari pemerintah. Mari ambil contoh sekali lagi pada HWC, pada 2012 lalu mereka berlaga tanpa mendapat lirikan mata dari pejabat olah raga terkait. 2013 ini barulah Kemenpora turun urun rembug mengenai keberangkatan tim mereka ke Poznan. Bola Online