Ben Foster Belum Yakin Tampil

Ben Foster Belum Yakin Tampil

Ben Foster Belum Yakin Tampil

Penjaga gawang Inggris Ben Foster ternyata masih takut untuk kembali bermain. Dari segi mental mungkin ia sudah siap untuk kembali berlatih dan bermain, tetapi dari segi psikologi, ia masih khawatir kalau kondisinya semakin jauh lebih buruk dan terancam tidak dapat disertakan ke dalam tim nasional Inggris untuk Piala Dunia 2014 mendatang. Tentu saja bagi Foster hal ini bisa mengancam karir internasionalnya, bila hingga awal tahun nanti sama sekali belum menunjukkan kapasitas yang dimilikinya. Foster, 30 tahun, sudah menghabiskan masa empat bulan di ruang perawatan karena cedera dan saat itu pelatih Roy Hodgson juga sedikit dipusingkan dengan kondisi penjaga gawang No.1 Joe hart yang kerap kali melakukan aksi blunder baik ketika membela Manchester City maupun di tingkat internasional.

Walau kini sudah diberikan lampu hijau dari kondisi kebugarannya, penjaga gawang utama West Bromwich Albion itu kemungkinan besar akan kembali dalam waktu dekat, namun tidak mungkin berkompetisi secara penuh di tingkat domestik sebelum Tahun Baru. Tentu saja bagi Foster kini seperti menunggu hitungan waktu untuk menuju persaingan di paruh kedua musim ini dan ia bahkan sempat menunjukkan kemampuan dengan baik sebelum akhirnya mengalami patah tulang kaki – saat menempatkan beban pada sendi – saat menghadapi Everton di awal musim. Cedera kerap kali memang menghampiri pemain internasional Inggris tersebut dan bahkan ia sampai merubah caranya berlari setelah menjalani operasi sebanyak dua kali pada ikatan tulang sendi di lutut kanannya selama masih membela panji Manchester United.

Ia baru saja kembali berlatih pada pekan lalu dan ia mengakui aspek psikologi sedikit mempengaruhinya dan ia trauma karena bila mengalami hal yang sama maka posisinya untuk tampil di Piala Dunia mendatang akan sirna dalam sekejap waktu. “Hal tersebut (yang menyebabkan cedera) membuat saya sedikit khawatir. Kini saya sudah kembali berlatih penuh seperti sedia kala dan juga mencoba untuk mengincar posisi di tim utama dengan kepala tegak.” Tutur Foster. “Tentu dibutuhkan sekadar mentalitas untuk kembali bertanding; setelah apa yang anda alami, tentu banyak hal yang berada dalam benak pikiran anda dan bahkan berpikir ulang untuk tidak terlalu banyak melakukan aksi seperti itu. “Anda hanya harus mencoba dan mempercayainya dan sekaligus yakin terhadap hasil pemindaian, yang tentunya bisa dikatakan sepenuhnya telah pulih dan bersih dari segala sesuatunya. Saya harus mencoba dan melupakannya namun sangat sulit. saya mencoba untuk belajar dari kesalahan dan melupakannya dari benak saya.

“Masa absen empat bulan tentu sungguh kelam bagi saya. ini bahkan merupakan karir terburuk saya yang terhampar karena cedera dan saya benar-benar dibatasi hanya untuk menjalani rehabilitasi. “Cedera yang saya alami benar-benar tidak biasa. Karena saya hanya mencoba berlari, yang sesuatu hal luar biasa. Dan inilah mungkin yang membuat saya sedikit terbatas dari ruang gerak. Saya melakukan penyelamatan, saya menendang bola, dengan benar, tetapi ketika mencoba berlari segalanya menjadi jauh berbeda untuk saya. Sudah dua kali lutut saya mengalami hal serupa dan cara saya berlari juga terasa jauh berbeda dari apa yang saya rasakan pada bagian yang kiri. Mungkin sedikit melindungi lutut saya lebih baik, karena ada ketegangan yang terjadi pada kedua kaki saya yang merupakan salah satu faktor utama.