Agen Bola – Dunia Sepak Bola yang Sedang Berduka

Dunia Sepak Bola yang Sedang Berduka

Dunia Sepak Bola yang Sedang Berduka

Agen Bola – Sepertinya awan mendung bergumpal meninggi di semua stadion sepak bola minggu ini. Hanya ada suara tangis, tidak ada suara gegap gempita seolah semuanya ikut bersedih karena berita kematian yang berturut-turut ini. Ya, minggu ini hanya dalam waktu selang beberapa jam saja tidak sampai seminggu bahkan tidak sampai sehari dua berita kematian pesepak bola karena gagal jantung menghiasi media.Adalah Camara Sekou dan Christian Benitez yang meninggal mendadak pada hari Minggu, 28 Juli 2013. Camara Sekou bermain untuk klub Pelita Bandung Raya yang berlaga di Liga Indonesia. Saat latihan awalnya dia terlihat baik-baik saja sampai kemudian di pertengahan latihan dia tiba-tiba ambruk dan dinyatakan mendapat serangan jantung. Naas malam pukul 23.48 WIB, Camara Sekou sudah resmi dikatakan tidak bisa menghembuskan nafas lagi alias meninggal dunia. Sedangkan, Christian Benitez adalah mantan pemain Birmingham City yang berkompetisi di Liga negara Ratu Elizabeth. Christian Benitez menurut lapora kronologi kematiannya, pertama-tama mengeluh sakit perut saat sedang beristirahat di rumah usai melakoni laga debut di klubnya saat ini Qatar El Jaish. Dia pun dilarikan ke Rumah Sakit terdekat. Namun kemudian nyawanya tidak tertolong lagi dan rilis resmi dari dokter tersebut menyatakan bahwa Christian Benitez mengalami gagal jantung.

Apa yang salah? Mungkin jika di Indonesia, hal tersebut walau terkesan sedikit jahat dan membiarkan hal ini terjadi namun katakanlah masih bisa dimaklumi tetapi apa yang terjadi juga di Qatar seharusnya membuka mata kita semua. Ini bisa jadi karena eksploitasi pemain yang berlebihan. Pemain sepak bola harus berlatih minimal delapan jam sehari kemudian harus menjalani pertandingan yang menguras tenaga. Belum lagi kalau pemain tersebut lumayan terkenal maka akan menjadi model iklan. Menjadi model iklan tentu tidak bisa dijalani kalau sedang ada jadwal latihan yang tentu saja ada pada pagi hingga sore, otomatis kegiatan ini dilakukan malam hari yang mengurangi jadwal istirahat sang pemain.

Sepak bola yang kini menjadi industri. Tak ubahnya menjadikan pemain sebagai buruh dan pemilik klub adalah majikannya. Pemain harus bermain baik atau klub tidak mendapatkan uang, klub tidak mendapatkan uang maka pemain tidak akan digaji, pemain tidak digaji dari mana mereka akan menghidupi keluarga. Kapitalisme memang sudah menjalar di sepak bola. Filosofi kesenangan bermain dalam sepak bola kian lama kian memudar digantikan oleh filosofi yang menang dapat uang. Belum lagi melihat gaya hidup rekan-rekan seprofesi yang katakanlah memiliki bakat besar dan akhirnya menjadi kaya dengan bermain sepak bola, para pesepak bola yang tidak memiliki bakat akhirnya berlatih keras hingga lupa kondisi dan batas tubuh mereka sendiri demi mencapai tingkat yang sama dengan mereka yang memiliki bakat. Jika situasi dan kondisi ini terus berlangsung maka suatu saat kita akan melihat sebuah kesebalasan yang mati kelelahan karena berlatih keras demi memenangkan pertandingan untuk mendapatkan uang kemenangan. Agen Bola